Pendahuluan
Beriring dengan perkembangan waktu, model penulisan sejarah pun berkembang dengan pesat. Sejarah tidak lagi berkutat pada permasalahan tempo dulu yang saklek dengan metode penulisan yang menggunakan sudut pandang sejarah saja, melainkan sejarah adalah meluas dalam waktu. Jadi dalam satu peristiwa sejarah, akan banyak ditemui pelbagai peristiwa lain yang nantinya akan menjadi bumubu sejarah itu sendiri.
Melalui bukunya, ”Pemberontakan Petani Banten 1888”, Sartono member tawaran baru kepada penulisan sejarah Indonesia. Dalam tulsiannya tersebut dia banyak menggunakan pendekatan-pendekatan ilmu-ilmu social. Pendeketana itu sering kita sebut dengan pendekatan multidimensional. Adapun ilmu-ilmu social itu meliputi sosiologi, antropologi, ilmu politik, ekonomi dan lain-lain.
Sejarah adalah politik masa lamapu, itu kata sebagian pakar sejarah. Banyak peristiwa sejarah yang memang mengupas peristiwa politik masa lampau. Mulai dari raja dan kerajaannya, kekuasaan, wilayah terotori, dst. Ada juga yang menjadikan sejarah sebagai alat legitimasi yang kuat untuk menciptakan sebuah kekuasaan yang kuat pula.
Oleh sebab itu model penulisan sejarah dengan pendekatan politik pun berkembang dengan pesat. Meskipun babakan model penulisan sejarah politik tidak berkembang dengan perkembangan penulisan sejarah, namun eksistensi poltik masih terus melekat erat dalam setiap penulisan sejarah.
Oleh sebab itu munculan kemudian model penulisan sejarah politik. Sejarah politik akan intern membahas tentang perkembangan politik sebuah Negara, wilayah, daerah atau yang lain. Sejarah politik akan banyak menggunakan pendekatan-pendekatan poltik dalam kajiannya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan masih memakai pendekatan yang lain untuk mengkajinya secara gamblang.
Untuk materi kali ini penulis akan sedikit menyinggung perihal apa saja yang harus diperhatikan dalam menulis sebiah karya sejarah politik. Mulai dari pendekatan-pendekatan dan ilmu-ilmu bantu yang mewarnainya. Sekali lagi, sejarah bukanlah ilmu yang manja dengan banyak menggunakan bantuan dari ilmu-ilmu yang lain. Melainkan pendekatan itu digunakan sebagai penguat dan bahan verivikasi dan penyeimbang penulisan sebuah karya sejarah.
Pembahasan
Ketika membicarakan perihal sejarah, kita tidak akan terlepas dari kontek poltik. Politik adalah strategi yang banyak digunakan dalam pelbagai masalah lehidupan, baik dalam sejarah, sosilogi, antropologi dan bahkan ekonomi. Ranah perpolitikan memang kadang-kadang sangat kejam kalau kita lihat secara sobjektif. Tetapi banyak sisi yang harus kita kupas untuk menganalisis poliitk dan sejarah politik.
Sejarah adalah politik masa lampau. Statmen salah seorang pakar sejarah seperti itu. Kalau kita analisis secara mendalam, memang kenyataannya seperti itu. Sejarah sering membicarakan kepentingan-kepentingan golongan. Apalagi ketika kita disidorkan dengan banyaknya kajian sejarah yang banyak mengupas sisi kehidupan dan peristiwa-peristiwa besar di masa lampau.
Sejarah sering dijadikan sarana-sarana legitimasi golongan. Banyak kasus yang dapat kita lihat tentang itu. Nasib sejarah tergantung penulisnya. Saya ingat ketika teman saya mengatakan bahwa sejarah itu bagaikan roti tawar. Dia akan akan manis ketika si pembikin roti memberinya gula dan susu, akan terasa hambar bila si pembuat tidak menaruh apapun di atas permukaan roti, dan bahkan akan mematikan bila di atanya ditaburi racun. Begitu pula dengan sejarah, akan terasa manis bila sejarah itu tidak memihak salah satu golongan dan berjalan sesuai dengan sumber-sumber sejarah, dan akan dapat menjerumuskan jika sejarah tersebut diputarbalikkan sedemikian rupa.
Dalam sejarah Indonesia, politik, selalu mempunyai peran penting dalam membawa kemana arah sejarah. Dalam bebarapa kasus, Negara juga berperan dalam penyebaran agama-agama di Indonesia. Islam, hindu-budha, Kristen, dan sebagainya. Mataram mengadakan serbuan ke utara dan timur dengan maksud menguasai jalur perdagangan di terutama di Bandar-bandar dan pelabuhan. Itu semua pada dasarnya menggunakan alasan politis, dan kemudian sejarahlah yang digunakan menjadi alat legitimasinya .
Mungkin itu prolog pembahasan penulis sebelum memulai tulisannya tentang sejarah politik. Dalam kajian kali ini kita akan sedikit banyak membahas perihal sejarah plotik dan perangkat-perangkatnya. Mulai dari apa itu sejarah plitik, pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam menkaji sejarah ploitik, dan juga ilmu-ilmu Bantu ketika kita melakukan penelitian tentang sejarah politik.
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang sejarah poltik arilah kita terlebih dahulu melihat defenisi dari apa itu sejarah dan apa itu politik. sejarah adalah peristiwa masa lampau. Politk mempunyai banyak penafsiran tentangnya. Perhatian ilmu-ilmu politik adalah pada gejala-gejala masyarakat, keputusan dan kebijakan, konflik dan consensus, kepemimpinan dan sebagainya.
Yang harus diketahui adalah sejarah berbeda dengan ilmu-ilmu lain, termasuk politk ialah sejarah memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu-ilmu sosial lain meluas dalam ruang . Namun keduanya tidak dapat dipisahkan begitu saja. Kalau sejarah meneliti pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan ilmu-ilmu sosial, termasuk politik, adalah penampangnya dan perangkatnya.
Pada mulanya politk adalah tulang punggung sejarah. Oleh karenanya buku-buku sejarah kebanyakan berisikan rentetan kejadian mengenai raja-raja, kekuasaan, Negara dan lain sebagainya. Seperti yang telah saya ungkapkan tadi, ada statement yang mengatakan bahwa “ history is the past politics. Politics is the present history” (Sir John Robert Seeley, sejarawan Inggris, 1834-1895) yang dengan sejas menerangkan keterkaitan yang cukup kuat antara sejarah dan politik.
Pernyataan itu tidak bertahan lama. Pasca perang dunia kedua, sejarawan Prancis yang tergabung dalam aliran annales meragukan keterkaitan sejarah dengan polit. Kalau sejarah hanya sejarah politik saja, maka sejarah akan menjadi sempit. Maka lahirlah kemudian pengembangan model penelitian sejarah. Pendekatan sejarah tidak melulu pada sejarah politik saja, tetapi sudah merambah ke ranah-ranah sosial yang lain.
Untuk mensinkronkan sejarah poltik dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial lain, maka penilisan sejarah tidak hanya berkisar tentang pemerintahan dan kenegaraan saja, tetapi sduah merambah ke ranah kekuasaan yang lebih luas. Mulai dari wilayah desa sampai kabupaten-kabupaten, bahkan pada masa lampau/pra aksara permasalahan yang begitu komplek tentang kekuasaan juga masuk dalam kajian sejarah politik.
Untuk mengkaji lebih lanjut tentang sejarah politik ada beberapa pendekatan yang harus dipakai. Pendekatan-pendekatan ini biasanya digunakan untuk mempermudah penelitian dan penitikberatan penelitian tersebut. Munurut Kuntowijoyo, setidaknya ada delapan pendekatan yang dapat digunakan dalam mengkaji sejarah politik.
- Sejarah intelektual.
- Sejarah konstitusi.
- Sejarah institusional.
- Sejarah behavioral.
- Sejarah komparatif.
- Sejarah sosial.
- Studi kasus.
- Catatan-catatan biografis.
Dan untuk membantu kelancaran dalam melakukan penelitian sejarah, maka diperlukan ilmu-ilmu Bantu lainnya, diantaranya:
- sosiologi.
- Antropologi.
- Ekonomi.
- Psikologi.
Mungkin penulis tidak perlu lagi menerangkan satu persatu definisi-definisi pendekatan-pendekatan dan ilmu-ilmu Bantu di atas, oleh karena pada pembahasan yang lalu dan setelah ini juga akan ada pembahasan tentang difinisi model-model penulisan sejarah itu.
Pada umumnya, ketika kita melakukan penelitian sejarah politik, kita akan merasa dibawa ke paradigma bahwa sejarah politik adalah sejarah Negara, sejarah kekuasaan yang mempunyai sekala besar. Namun pada kenyataanya itu tidak selalu benar. Kita bisa melakukan penelitian sejarah politik tingkat local dan daerah. Missal, Pengaruh Perkembangan Kebudayaan Desa A pada Eksistensi Kepala Adat, dan model-model yang lain, sebab saat ini kajian-kajian itu sudah tidak lagi bisa memuaskan para sejarawan .
Pemaparan deskriptis-naratif pada sejarah politik gaya lama digantikan dengan model analisis kritis-ilmiah karena sejarah politik model baru telah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan menggunakan pendekatan dan pelbagai ilmubantu sosial lainua. Seperti yang telah bahas sebelumnya.
Penutup
Itulah pemaparan mengenai bagaimana keberadaan sejarah politik sangat penting bagi perkembangan model penulisan sejarah. sejarah politik berkembang bersamaan dengan mulai berkembangnya penulisan sejarah. pada awalnya sejarah hanya sekumpulan kisah yang mempunyai babakan waktu dan pelaku, tanpa melihat apa saja yang sebenarnya terjadi bersamaan denganlnya. Sejarah adalah poltik masa lampau. Dengan pertimbangan itu, maka sangat dimungkinkan tercipatanya penulisan sejarah yang benar-benar intern terphadap perkembangna politik pada suaut wilayah atau penduduk tertentu.
Sejarah politik tidak berdiri sendiri dalam mengkaji peristiwa sejarah. dibutuhkan pelbagai pendekatan yang relevan untuk menjadikan karya sejarah menjadi karya yang benar-benar bagus. Kalau selama ini frame sejarah politik hanya berkisah tentang peristiwa-peristiwa besar dan orang-orang besar. Namun pada perkembangannya sejarah politik tidak melulu melihat itu. Sejarah politik mulai melihat peristiwa-peristiwa kecil yang memang menarik untuk dikaji.
Jadi, saat ini kita bisa memilih bebarapa opsi untuk menulis sejarah. jangan jadikan sejarah sesuatu yang membosankan. Sejarah adalah Sesutu yang sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sejarah adalah seni dan sastra. Sejarah mempunyai seni yang sangat mengagungkan. Jadi jangan minder untuk mengkaji sejarah. apalagi dengan beragamnya model penulisan sejarah. sejarah politik adalah salah satunya.
SUMBER BACAAN
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Bentang. Cet.ke-3.1997
___________. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. Cet. Ke-3. 2003.
Samsudin, Helius. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.2007
Beriring dengan perkembangan waktu, model penulisan sejarah pun berkembang dengan pesat. Sejarah tidak lagi berkutat pada permasalahan tempo dulu yang saklek dengan metode penulisan yang menggunakan sudut pandang sejarah saja, melainkan sejarah adalah meluas dalam waktu. Jadi dalam satu peristiwa sejarah, akan banyak ditemui pelbagai peristiwa lain yang nantinya akan menjadi bumubu sejarah itu sendiri.
Melalui bukunya, ”Pemberontakan Petani Banten 1888”, Sartono member tawaran baru kepada penulisan sejarah Indonesia. Dalam tulsiannya tersebut dia banyak menggunakan pendekatan-pendekatan ilmu-ilmu social. Pendeketana itu sering kita sebut dengan pendekatan multidimensional. Adapun ilmu-ilmu social itu meliputi sosiologi, antropologi, ilmu politik, ekonomi dan lain-lain.
Sejarah adalah politik masa lamapu, itu kata sebagian pakar sejarah. Banyak peristiwa sejarah yang memang mengupas peristiwa politik masa lampau. Mulai dari raja dan kerajaannya, kekuasaan, wilayah terotori, dst. Ada juga yang menjadikan sejarah sebagai alat legitimasi yang kuat untuk menciptakan sebuah kekuasaan yang kuat pula.
Oleh sebab itu model penulisan sejarah dengan pendekatan politik pun berkembang dengan pesat. Meskipun babakan model penulisan sejarah politik tidak berkembang dengan perkembangan penulisan sejarah, namun eksistensi poltik masih terus melekat erat dalam setiap penulisan sejarah.
Oleh sebab itu munculan kemudian model penulisan sejarah politik. Sejarah politik akan intern membahas tentang perkembangan politik sebuah Negara, wilayah, daerah atau yang lain. Sejarah politik akan banyak menggunakan pendekatan-pendekatan poltik dalam kajiannya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan masih memakai pendekatan yang lain untuk mengkajinya secara gamblang.
Untuk materi kali ini penulis akan sedikit menyinggung perihal apa saja yang harus diperhatikan dalam menulis sebiah karya sejarah politik. Mulai dari pendekatan-pendekatan dan ilmu-ilmu bantu yang mewarnainya. Sekali lagi, sejarah bukanlah ilmu yang manja dengan banyak menggunakan bantuan dari ilmu-ilmu yang lain. Melainkan pendekatan itu digunakan sebagai penguat dan bahan verivikasi dan penyeimbang penulisan sebuah karya sejarah.
Pembahasan
Ketika membicarakan perihal sejarah, kita tidak akan terlepas dari kontek poltik. Politik adalah strategi yang banyak digunakan dalam pelbagai masalah lehidupan, baik dalam sejarah, sosilogi, antropologi dan bahkan ekonomi. Ranah perpolitikan memang kadang-kadang sangat kejam kalau kita lihat secara sobjektif. Tetapi banyak sisi yang harus kita kupas untuk menganalisis poliitk dan sejarah politik.
Sejarah adalah politik masa lampau. Statmen salah seorang pakar sejarah seperti itu. Kalau kita analisis secara mendalam, memang kenyataannya seperti itu. Sejarah sering membicarakan kepentingan-kepentingan golongan. Apalagi ketika kita disidorkan dengan banyaknya kajian sejarah yang banyak mengupas sisi kehidupan dan peristiwa-peristiwa besar di masa lampau.
Sejarah sering dijadikan sarana-sarana legitimasi golongan. Banyak kasus yang dapat kita lihat tentang itu. Nasib sejarah tergantung penulisnya. Saya ingat ketika teman saya mengatakan bahwa sejarah itu bagaikan roti tawar. Dia akan akan manis ketika si pembikin roti memberinya gula dan susu, akan terasa hambar bila si pembuat tidak menaruh apapun di atas permukaan roti, dan bahkan akan mematikan bila di atanya ditaburi racun. Begitu pula dengan sejarah, akan terasa manis bila sejarah itu tidak memihak salah satu golongan dan berjalan sesuai dengan sumber-sumber sejarah, dan akan dapat menjerumuskan jika sejarah tersebut diputarbalikkan sedemikian rupa.
Dalam sejarah Indonesia, politik, selalu mempunyai peran penting dalam membawa kemana arah sejarah. Dalam bebarapa kasus, Negara juga berperan dalam penyebaran agama-agama di Indonesia. Islam, hindu-budha, Kristen, dan sebagainya. Mataram mengadakan serbuan ke utara dan timur dengan maksud menguasai jalur perdagangan di terutama di Bandar-bandar dan pelabuhan. Itu semua pada dasarnya menggunakan alasan politis, dan kemudian sejarahlah yang digunakan menjadi alat legitimasinya .
Mungkin itu prolog pembahasan penulis sebelum memulai tulisannya tentang sejarah politik. Dalam kajian kali ini kita akan sedikit banyak membahas perihal sejarah plotik dan perangkat-perangkatnya. Mulai dari apa itu sejarah plitik, pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam menkaji sejarah ploitik, dan juga ilmu-ilmu Bantu ketika kita melakukan penelitian tentang sejarah politik.
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang sejarah poltik arilah kita terlebih dahulu melihat defenisi dari apa itu sejarah dan apa itu politik. sejarah adalah peristiwa masa lampau. Politk mempunyai banyak penafsiran tentangnya. Perhatian ilmu-ilmu politik adalah pada gejala-gejala masyarakat, keputusan dan kebijakan, konflik dan consensus, kepemimpinan dan sebagainya.
Yang harus diketahui adalah sejarah berbeda dengan ilmu-ilmu lain, termasuk politk ialah sejarah memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu-ilmu sosial lain meluas dalam ruang . Namun keduanya tidak dapat dipisahkan begitu saja. Kalau sejarah meneliti pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan ilmu-ilmu sosial, termasuk politik, adalah penampangnya dan perangkatnya.
Pada mulanya politk adalah tulang punggung sejarah. Oleh karenanya buku-buku sejarah kebanyakan berisikan rentetan kejadian mengenai raja-raja, kekuasaan, Negara dan lain sebagainya. Seperti yang telah saya ungkapkan tadi, ada statement yang mengatakan bahwa “ history is the past politics. Politics is the present history” (Sir John Robert Seeley, sejarawan Inggris, 1834-1895) yang dengan sejas menerangkan keterkaitan yang cukup kuat antara sejarah dan politik.
Pernyataan itu tidak bertahan lama. Pasca perang dunia kedua, sejarawan Prancis yang tergabung dalam aliran annales meragukan keterkaitan sejarah dengan polit. Kalau sejarah hanya sejarah politik saja, maka sejarah akan menjadi sempit. Maka lahirlah kemudian pengembangan model penelitian sejarah. Pendekatan sejarah tidak melulu pada sejarah politik saja, tetapi sudah merambah ke ranah-ranah sosial yang lain.
Untuk mensinkronkan sejarah poltik dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial lain, maka penilisan sejarah tidak hanya berkisar tentang pemerintahan dan kenegaraan saja, tetapi sduah merambah ke ranah kekuasaan yang lebih luas. Mulai dari wilayah desa sampai kabupaten-kabupaten, bahkan pada masa lampau/pra aksara permasalahan yang begitu komplek tentang kekuasaan juga masuk dalam kajian sejarah politik.
Untuk mengkaji lebih lanjut tentang sejarah politik ada beberapa pendekatan yang harus dipakai. Pendekatan-pendekatan ini biasanya digunakan untuk mempermudah penelitian dan penitikberatan penelitian tersebut. Munurut Kuntowijoyo, setidaknya ada delapan pendekatan yang dapat digunakan dalam mengkaji sejarah politik.
- Sejarah intelektual.
- Sejarah konstitusi.
- Sejarah institusional.
- Sejarah behavioral.
- Sejarah komparatif.
- Sejarah sosial.
- Studi kasus.
- Catatan-catatan biografis.
Dan untuk membantu kelancaran dalam melakukan penelitian sejarah, maka diperlukan ilmu-ilmu Bantu lainnya, diantaranya:
- sosiologi.
- Antropologi.
- Ekonomi.
- Psikologi.
Mungkin penulis tidak perlu lagi menerangkan satu persatu definisi-definisi pendekatan-pendekatan dan ilmu-ilmu Bantu di atas, oleh karena pada pembahasan yang lalu dan setelah ini juga akan ada pembahasan tentang difinisi model-model penulisan sejarah itu.
Pada umumnya, ketika kita melakukan penelitian sejarah politik, kita akan merasa dibawa ke paradigma bahwa sejarah politik adalah sejarah Negara, sejarah kekuasaan yang mempunyai sekala besar. Namun pada kenyataanya itu tidak selalu benar. Kita bisa melakukan penelitian sejarah politik tingkat local dan daerah. Missal, Pengaruh Perkembangan Kebudayaan Desa A pada Eksistensi Kepala Adat, dan model-model yang lain, sebab saat ini kajian-kajian itu sudah tidak lagi bisa memuaskan para sejarawan .
Pemaparan deskriptis-naratif pada sejarah politik gaya lama digantikan dengan model analisis kritis-ilmiah karena sejarah politik model baru telah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan menggunakan pendekatan dan pelbagai ilmubantu sosial lainua. Seperti yang telah bahas sebelumnya.
Penutup
Itulah pemaparan mengenai bagaimana keberadaan sejarah politik sangat penting bagi perkembangan model penulisan sejarah. sejarah politik berkembang bersamaan dengan mulai berkembangnya penulisan sejarah. pada awalnya sejarah hanya sekumpulan kisah yang mempunyai babakan waktu dan pelaku, tanpa melihat apa saja yang sebenarnya terjadi bersamaan denganlnya. Sejarah adalah poltik masa lampau. Dengan pertimbangan itu, maka sangat dimungkinkan tercipatanya penulisan sejarah yang benar-benar intern terphadap perkembangna politik pada suaut wilayah atau penduduk tertentu.
Sejarah politik tidak berdiri sendiri dalam mengkaji peristiwa sejarah. dibutuhkan pelbagai pendekatan yang relevan untuk menjadikan karya sejarah menjadi karya yang benar-benar bagus. Kalau selama ini frame sejarah politik hanya berkisah tentang peristiwa-peristiwa besar dan orang-orang besar. Namun pada perkembangannya sejarah politik tidak melulu melihat itu. Sejarah politik mulai melihat peristiwa-peristiwa kecil yang memang menarik untuk dikaji.
Jadi, saat ini kita bisa memilih bebarapa opsi untuk menulis sejarah. jangan jadikan sejarah sesuatu yang membosankan. Sejarah adalah Sesutu yang sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sejarah adalah seni dan sastra. Sejarah mempunyai seni yang sangat mengagungkan. Jadi jangan minder untuk mengkaji sejarah. apalagi dengan beragamnya model penulisan sejarah. sejarah politik adalah salah satunya.
SUMBER BACAAN
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Bentang. Cet.ke-3.1997
___________. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. Cet. Ke-3. 2003.
Samsudin, Helius. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar