
siang itu aku kembali mendengar suara azan di kampusku sekian bulan tidak pernah lagi dikumandangkan. rupanya masjid di kampusku baru saja diresmikan, dan katanya renovasi itu sampai menghabiskan dana yang tidak sedikit, 2 milyar. tidak terlalu merdu dan senatural Rakim, "Muazin di desaku", tapi itu cukup mengobati kerinduanku akan suara azan.
saya memang bukan orang yang agamis dan Islamis, tapi saya suka mendengarkan suara azan, seperti halnya saya suka mendengarkan Bang Haji bersenandung Syahdu lewat bait-bait lagunya. bagi saya suara azan tidak hanya sebagai penanda bahwa waktu salat telah tiba, tetapi azan juga (maaf) merupakan lagu pengantar tidur yang begitu indah. saya sempat marah-marah ketika mendengar orang azan sembarangan, tidak jelas panjang pendeknya, apalagi kalau salah pelafalannya.
Bilal cukup berjasa dalam perkembangan azan selama ini, dialah orang pertama--menurut versi resmi--yang mengumandangkan azan. waktu itu umat muslim bingung harus dengan apa menandai datangnya waktu salat. bunyi lonceng sempat diusulkan, tapi tidak diterima di forum, begitu halnya dengan bunyi terompet. semuanya mentah. Sampai pada akhirnya dipilihlah azan sebagai penanda mulainya waktu salat. memang, Bilal begitu garing membawakannya, tapi itu cukup untuk menasbihkan dia sebagai orang pertama yang menyenandungkan azan.
masih sangat saya ingat, waktu masih duduk di bangku madrasah ibtida'iyah, saya dan teman sering menyuarakan azan bersama-sama dalam satu waktu. saya kebagian kalimat "Allohu Akbar", teman saya dapat "Asyhadu...........", terus teman ketiga dapat bagian "Asyhadu Anna.....", pun demikian dengan teman ke empat dan kelima sampai selesai. tidak jarang kita mendapat makian dari para tetangga masjid karena mendengarkan nada azan kami yang sumbang nan mengenaskan. tapi kami menikmati itu.
sejak lulus madrasah, saya tidak pernah lagi mengumandangkan azan--terutama via microphone. pernah sekali pada awal nyantri, waktu itu dalam rangka lomba azan. mungkin gara-gara saya kalah maka saya memutuskan untuk pensiun dari kegiatan mengumandangkan azan. meskipun demikian saya masih cinta suara azan.
Dan karena bicara azan, saya jadi teringat bahwa saya belum "isya'an" padahal sudah jam setengah tiga. sebentar lagi sudah akan datang lagi azan, semoga saya masih cinta dengan suara itu nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar