Rabu, 10 Maret 2010

GUS JI



Gus Ji. begitulah para tetangga biasa memanggilnya. nama aslinya Raji. rumahnya tepat di jalan sebrang rumahku. aku tidak tau apa mata pencaharian asli gus ji. dia bekerja sesuai kebutuhan orang yang membtuhkan tenaganya. kasarannya "srabutan".


oh iya, "Gus" disini bukan karena dia anak seorang kyai atau ulama' tersohor di kampungku, seperti halnya yang seirng dipakai oleh salah satu ormas yang ada di indonesia. Gus memang dipakai kebanyakan penduduk di kampungku untuk memanggil orang yang lebih tua.

banyak kelebihan dipunyai oleh orang yang mempunyai kekurangan dalam hal pandangan. gus ji dari kecil memang terlahir dalam keadaan buta. mungkin karena kondisi keluarga yang sangat sederhana, maka kedua orang tuanya tidak sempat melakukan oprasi untuk kedua mata gus ji, dan ini kelihatannya lumrah terjadi di antero kampungku. meskipun demikian, banyak sekali kelebhan yang seadainya di nalar lewar logika yang sadar akan sulit terjadi

1. kemampuan membuat sangkar burung

ini adalah salah satu kelebihan diantara beberapa kelebihan yang dipunyai oleh gus ji. dia sering membuat sangkar burung sendiri. bukan sangkar dari bahan besi yang tinggal merangkai saja, tapi sangkar burung yang terbuat dari anyaman bambu, bahkan model teralis bambu yang kalau dibikin oleh orang yang normal pun akan sangat sulit. bagaimana bambu yang dipotong memanjang harus dimasukan ke dalam lobang-lobang yang telah di buat. satu demi satu,d an gus ji mampu melakukannya seolah-oleh dia dapat melihat lobang-lobang yang hanya sebesar lubang bisul kalau meletus.

2. mengambil pakan ternak dan mengambil kayu bakar
ini adalah kemampuan lain yang dimiliki oleh gus ji. seperti halnya kebanyakan penduduk di kampungku, gus ji adalah pengembala yang sangat giat. dia selalu mengambilkan pakan untuk ternak-ternaknya di hutan sebelah selatan desa. selain mengambil pakan ternak, dia juga sesekali mengambil kayu bakar di tengah belantara yang sangat luas. pernah suatu ketika, pas lagi mengambik kayu bakar, dia mendengar ada suara langkah sepatu laras panjang datang mendekatinya. tanpa pikir panjang dia langsung memanjat pohon yang terdekat dengannya. mandor kadang seenaknya saja menciduk orang yang sedang mengambik kayu di hutan, yang ditandai oleh perhutani ini. ketika mandor semakin dekat dengannya, dia sudah berada di atas pohon terdekatnya tadi. dan amanlah gus ji dari mandor yang belagu itu.

3.mengendarai sepeda
hal aneh lain yang mampu dia lakukan adalah mengendarai sepeda onthel. adalah hal yang sagat mustahil seorang buta seperti dia mampu melakukan hal semacam itu. hanya insting dan naluri yang kuat saja yang mampu membuat dia menjadi orang yang begitu sepesial di hati masyarakat kami.

itu adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh gus ji yang tentunta membuat orang-orang di sekitarnya terheran. ada satu kemampuan lain yang dipercaya orang-orang sebagai kelebihan utama gus ji, Raji. keanehan ini berawal ketika dia menemukan sebuah tutup panci bukit tumpang, sebelah timur desa kami. tutup itu kemudian dipercaya sebagai jimat sumber kekuatan gus ji. dengan tutup panci itu, gus ji katanya mampu membuka pintu yang dikunci hanya dengan ditiup. isu ini sudah menjadi pembiaraan sehari-hari bahwa gus ji bisa meniup pintu yang terkunci sampai terbuka.

"wah omahku ke kunci leh......."

"wes, kongkon nyebul gus ji ae, ngono ae repot!".

cletukan itu lumrah muncl di tengag masyarakar kampung ku sampai sekarang.

Gus Ji memang ajaib....

Byron Moreno: Pengadil Bermata Malas


 Italia mengalami kekalahan yang mengejutkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2002 dari tuan rumah, Korea Selatan melalui babak perpanjangan waktu. Kekalahan Italia semakin perih karena bintang mereka, Francesco Totti juga mendapatkan hadiah kartu merah dari sang pengadil pertandingan. Selain kepada Ahn Jung Hwan, masyarakat Italia juga menimpakan kekesalan kepada sang pengadil pertandingan, Byron Moreno asal Ekuador, karena dianggap tidak becus dalam memimpin pertandingan. Naasnya, Moreno dianggap bersepakat untuk meloloskan tuan rumah ke babak selanjutnya. Cacian sampai ancaman pembunuhan pun gencar dialamatkan kepada wasit bermata malas itu.

 

Dialah yang terbaik di Ekuador

Mempunyai perawakan cukup sangar, dengan tinggi yang tidak begitu seberapa. Dialah Byron Moreno, wasit berkebangsaan Ekuador ini dipilih untuk mewakili negaranya dalam ajang Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang. Modal bagus dia bawa dalam perhelatan akbar empat tahunan ini, yaitu sebagai wasit terbaik di negaranya.

Sebelum Piala Dunia 2002 tidak banyak yang mengenal sosok Byron Moreno. Publik lebih mengenal Piarluigi Collina dan Graham Poll sebagai wasit paling disegani penikmat bola. Collina adalah wasit jempolan asal Italia. Sudah beberapa pertandingan besar, baik nasional dan internasional, pernah dia pimpin. Setali tiga uang dengan Collina, Poll yang asli Inggris juga mempunyai segudang pengalaman dalam memimpin pertandingan. Mungkin kurang populernya eksistensi Morena (sebagai wasit) menyebabkan sangat terbatasnya sumber yang secara panjang lebar membahas tentang karirnya dalam dunia perwasitan.

Besar dengan nama lengkap Byron Aldemar Moreno Ruales. Morena dilahirkan tepat tanggal 23 November 1969 di sebuah kota di Ekuador bernama Quito. Seperti yang telah disebut di awal, bahwa dia adalah wasit tebaik Ekuador kala itu. Namun demikian wasit ini tidak pernah berhenti untuk membuat sensasi dan kontroversi. Dia pernah memberi perpanjangan waktu paling lama dalam sejarah sepakbol, 13 menit, dan yang kontroversi paling terkenal adalah ketika dia dianggap membuat konspirasi untuk memulangkan Italia lebih dulu diajang Piala Dunia 2002.

Sebuah Konspirasi Mengganjal Gli Azzuri

Status sebagai tim unggulan disematkan kepada tim nasional Italia dalam pehelatan even akbar empattahunan ini. Italia adalah finalis Piala Eropa dua tahun yang lalu, meskipun akhirnya dikalahkan oleh Prancis pad babak final di Rotterdarm melalui perpanjangan waktu. Dalam kancah Piala Dunia tidak ada yang meragukan tim nasional Italia. Bersama Jerman, Italia adalah pemegang trofi terbanyak untuk benua Eropa, masing-masing tiga kali. Tidak Cuma itu, Italia mempunyai Liga terbaik di dunia, Serie A. Dan ketika melihat susunan pemainnya, hampir tidak ada yang meragukan bahwa Italia memang pantas untuk mendapat kehormatan sebagai salah satu tim yang akan menggondol tropi bola dunia tahun ini.

Meskipun demikian ketika memasuki putaran final, Italia belum mampu menunjukkan bahwa dia adalah tim calon juara. Performanya masih begitu mengecewakan. Berada di grup G bersama Kroasia, Meksiko dan Ekuador, Italia diprediksi akan mudah melewatinya. Tetapi kenyataanya tidak seperti itu. Pertandingan pertama dapat mereka lewati dengan sempurna. Dua gol Cristian Vieri mampu menyudahi perlawanan Ekuador, masing-masing menit 7’ dan 27’. Performa apik Italia tidak berlanjut pada pertandingan selanjutnya. Kroasia yang pada pertandingan pertamanya dikalahkan oleh Meksiko berhasil menjungkalkannya dengan skor 2-1. Gol penentu kemenangan Kroasia dicetak oleh Milan Rapaic menit 76’. Sebenarnya Italia memimpin lebih dulu ketika Vieri menceploskan bola menit 55’, namun keunggulan Italia Cuma bertahan sekitar seperempat jaman. Menit 73 Ivinca Olic menyamakan kedudukan menjadi satu sama.

Kekalahan atas Kroasia ternyata tidak menjadi bahan koreksi yang baik bagi Italia. Pada pertandingan selanjutnya, Italia hampir saja terjungkal lebih dini dari Piala Dunia. Menghadapi Meksiko yang masih beberapa kelas di bawahnya Italia bermian amburadul. Sampai menit ke 84’ Italia masih tertinggal satu gol dari Meksiko. Padahal Italia membutuhkan kemenangan untuk melaju ke babak 16 besar, minimal seri dengan syarat Ekuador harus bisa mengalahkan Kroasia pada pertandingan lainnya. Untung Italia mempunyai Alex Del Piero, yang pada menit ke 85  berhasil menyamakan kedudukan menjadi imbang, 1-1. Di lain tempat, Ekuador ternyata berhasil memenangkan petandingan terakhirnya atas Kroasia, dan Italia tertolong dengan menjadi Runner Up dibawah Meksiko.

Pada babak 16 besar Italia harus betemu dengan tuan rumah bersama, Korea Selatan. Secara materi Italia jauh lebih diunggulkan dari pada Korea Selatan. Meski pada babak penyisihan Italia terlihat kurang bertaji, tapi Italia tetaplah Italia yang mempunyai mental juara dibanding tim  pupuk bawang Korea Selatan. Namun Korea patut optimis, dengan modal sebagai juaru grup cukup untuk menguatkan mental mereka sebelum menghadapi sang “calon juara” Italia. Sebagai bukti adalah keberhasilan mereka menjungkalkan portugal, yang (juga) bertabur bintang.

Pertandingan Korea Selatan melawan Italia disambut hiruk pikuk penonton tuan ruham. Seluruh stadion menjadi berwarna merah khas warna Korea Selatan. Pertandingan dipimpin oleh pengadil terbaik dari Ekuador, Byorn Moreno. Ini adalah yang kedua kalinya memimpin pertandingan di Piala Dunia setelah sebelumnya menjadi pengadil antara Amerika Serika dan Portugal.

Pada momen inilah drama tersingkirnya Italia dimulai, dan “aktornya” Byorn Moreno.

Pertandingan berjalan dengan tempo yang sangat cepat dan keras, bahkan menjurus kasar. Menit ke-4 Italia sudah mendapat hukuman pinalti setelah satu pemain Korsel dijatuhkan bek Italia dikotak terlarang, untung Buffon sigap dan pinalti Ahn Jung Hwan gagal. Tempo masih tetap tinggi sampai akhirnya Italia behasil unggul lebih dahulu lewat tandukan Cristian Vieri yang memanfaatkan umpan tendangan pojok Francesco Totti menit ke-18. Karena kerasnya tempo pertandingan, Morena sampai-sampai mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah dari sakunya. Selain itu, Morena juga beberapa kali membuat sebuah keputusan kontroversial, salah satunya adalah menganulir gol Tommasi, karena dianggap telah terjadi off side terlebih dahulu.

Puncak kontroversi adalah ketika dikeluarkannya Frascesco Totti menit ke-103. Totti dianggap telah melakukan diving di depan kotak pinalti Korea Selatan. Kontak protes keras langsung dilancarkan para pemain dan ofisial tim nasional Italia, seakan tidak terima untuk kedua kalinya dikerjai oleh wasit setelah sebelumnya gol Domiano Tommasi dianulir. Totti adalah kartu As permainan Italia dalam Piala Dunia ini, dengan dikeluarkannya dia dari permainan, sudah tentu ini adalah kerugian sangat besar bagi kesebelasan dari negeri yang terkenal dengan pizza-nya ini. Italia akhirnya tersungkur lebih cepat, harapan untuk mengangkat tropi hanya tinggal impian. Namun demikian, publik Italia tidak sepenuhnya menyelahkan pemainnya. Para seporter yakin, aktor yang paling bertanggung jawab atas aib ini adalah dia yang bermata malas berkaos hitam pada pertandingan itu, Byron Moreno sang pengadil pertandingan.

Ancaman Mati dari Publik Itali.

Media italia langsung bersepekuasi bahwa ini adalah sebuah usaha, konspirasi untuk menyingkirkan Italia lebih dini dari perhelatan Piala Duni ini. Reaksi muncul dari mana-mana, termasuk jajaran kementerian Italia. “ wasit sungguh memalukan, ini benar-benar keji”, ujar Franco Frattini mewakili kementeian Italia. Tidak ketinggalan juga, masyarakat Italia, terutama seporter mereka memberi kecaman yang beraneka ragam kepada Moreno, bahkan dalam sebuah media mereka dengan tegas memberi ancaman mati kepda wasit berpostur tambun itu.

Beberapa saat setelah petandingan Italia versus Korea Selatan usai, seporter Italia membuat onar di sebuah stasion kereta di pusat kota. Namun, kerusuhan ini segera dapat dipadamkan oleh keamaan setempat dan keadaan kembali normal. Dalam aksi itu, para seporter meneriakkan sebuatan-sebutan yang menjelekkan sang wasit. “maling, maling, kamu telah mencuri petandingan ini”, kecamnya kepada Moreno.

Suara yang paling keras keluar dari media-media kenamaan asal Italia. Bruno Pizzul, seorang komentator kenamaan asal Italia mengatakan bahwa ini benar-benar sebuah pencurian. Wasit telah mencuri kemenangan dari Italia. Wasit telah melakukan hal yang sangat memalukan dalam sepak bola. Media kenamana Italia, La Gazzeta dello Sport juga membahas khusus perihal kekalahan Italia dari Korea. Tidak lupa media ini juga mengecam habis-habisan apa yang telah diberikan wasit Moreno kepada Italia, dengan menulis bahwa pertandingan ini adalah sebuah “kutukan dan sumpah serapah” kepada tim nasional Italia. “Italia pulang dari piala Dunia dengan kemarahan yang sangat besar”, tulisnya.

 

Yang paling ekstrem adalah bahwa ini konspirasi besar FIFA untuk menjegal Italia dan meloloskan tuan rumah ke babak selanjutnya. Namun FIFA membantah tudingan publik Italia ini. Melaui presidennya, Sepp Blatter FIFA mengatakan seharunya Italia harus bisa menerima kekalahan ini. Ini adalah permainan, suatu kelumrahan jika ada yang menang dan ada yang kalah. Bahkan Blatter meminta kepada publik bola Italia untuk menerima kekalahan ini apapun bentuknya, karena dengan sikap seperti ini akan semakin menunjukkan kehormatan tim nasional Italia sebagai salah satu tim yang disegani di persepakbolaan internasional.  Mengenai kepemimpinan wasit Blatter menilai tidak ada yang salah dengan kepemimpinan wasit moreno. “ wasit menjalankan tugasnya dengan baik tidak ada yang salah dengan dia (Moreno), hanya saja yang menjadi masalah adalah hakim garisnya. Dia kurang jelas ketika melihat posisi offside”, tegasnya kepada kepada BBC sport. Namun demikian dia berjanji akan segera membenahi masalah ini, dengan memilih wasit yang benar-benar mempunyai kredibilitas tinggi, “ini adalah ajang besar, dan harus dipimpin oleh wasit yang besar pula”.

Pun demikian dengan Moreno, meski mendapat kecaman yang sangat besar dari publik dan media Italia, dia kelihatan sangat tenang. Dia berujar bahwa dia tidak melakukan kesalahan ketika harus memutuskan untuk memberi kartu merah kepada bintang Italia, Francesco Totti. “saya tidak melihat tayangan ulang, tapi dia benar-benar telah melakukan diving”, tegasnya.

Walau sekuat apapun pembelaan yang diberikan Morena atas inseden kekalahan italia dari Korea, Morena tetaplah musuh bagi pecinta bola Italia, seperti halnya Ahn Jung Hwan. Dua orang itu tidak akan penah hilang begitu saja dari benak masyarakat Italia.

 

Byron Moreno: Pengadil Bermata Malas


 Italia mengalami kekalahan yang mengejutkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2002 dari tuan rumah, Korea Selatan melalui babak perpanjangan waktu. Kekalahan Italia semakin perih karena bintang mereka, Francesco Totti juga mendapatkan hadiah kartu merah dari sang pengadil pertandingan. Selain kepada Ahn Jung Hwan, masyarakat Italia juga menimpakan kekesalan kepada sang pengadil pertandingan, Byron Moreno asal Ekuador, karena dianggap tidak becus dalam memimpin pertandingan. Naasnya, Moreno dianggap bersepakat untuk meloloskan tuan rumah ke babak selanjutnya. Cacian sampai ancaman pembunuhan pun gencar dialamatkan kepada wasit bermata malas itu.

 

Dialah yang terbaik di Ekuador

Mempunyai perawakan cukup sangar, dengan tinggi yang tidak begitu seberapa. Dialah Byron Moreno, wasit berkebangsaan Ekuador ini dipilih untuk mewakili negaranya dalam ajang Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang. Modal bagus dia bawa dalam perhelatan akbar empat tahunan ini, yaitu sebagai wasit terbaik di negaranya.

Sebelum Piala Dunia 2002 tidak banyak yang mengenal sosok Byron Moreno. Publik lebih mengenal Piarluigi Collina dan Graham Poll sebagai wasit paling disegani penikmat bola. Collina adalah wasit jempolan asal Italia. Sudah beberapa pertandingan besar, baik nasional dan internasional, pernah dia pimpin. Setali tiga uang dengan Collina, Poll yang asli Inggris juga mempunyai segudang pengalaman dalam memimpin pertandingan. Mungkin kurang populernya eksistensi Morena (sebagai wasit) menyebabkan sangat terbatasnya sumber yang secara panjang lebar membahas tentang karirnya dalam dunia perwasitan.

Besar dengan nama lengkap Byron Aldemar Moreno Ruales. Morena dilahirkan tepat tanggal 23 November 1969 di sebuah kota di Ekuador bernama Quito. Seperti yang telah disebut di awal, bahwa dia adalah wasit tebaik Ekuador kala itu. Namun demikian wasit ini tidak pernah berhenti untuk membuat sensasi dan kontroversi. Dia pernah memberi perpanjangan waktu paling lama dalam sejarah sepakbol, 13 menit, dan yang kontroversi paling terkenal adalah ketika dia dianggap membuat konspirasi untuk memulangkan Italia lebih dulu diajang Piala Dunia 2002.

Sebuah Konspirasi Mengganjal Gli Azzuri

Status sebagai tim unggulan disematkan kepada tim nasional Italia dalam pehelatan even akbar empattahunan ini. Italia adalah finalis Piala Eropa dua tahun yang lalu, meskipun akhirnya dikalahkan oleh Prancis pad babak final di Rotterdarm melalui perpanjangan waktu. Dalam kancah Piala Dunia tidak ada yang meragukan tim nasional Italia. Bersama Jerman, Italia adalah pemegang trofi terbanyak untuk benua Eropa, masing-masing tiga kali. Tidak Cuma itu, Italia mempunyai Liga terbaik di dunia, Serie A. Dan ketika melihat susunan pemainnya, hampir tidak ada yang meragukan bahwa Italia memang pantas untuk mendapat kehormatan sebagai salah satu tim yang akan menggondol tropi bola dunia tahun ini.

Meskipun demikian ketika memasuki putaran final, Italia belum mampu menunjukkan bahwa dia adalah tim calon juara. Performanya masih begitu mengecewakan. Berada di grup G bersama Kroasia, Meksiko dan Ekuador, Italia diprediksi akan mudah melewatinya. Tetapi kenyataanya tidak seperti itu. Pertandingan pertama dapat mereka lewati dengan sempurna. Dua gol Cristian Vieri mampu menyudahi perlawanan Ekuador, masing-masing menit 7’ dan 27’. Performa apik Italia tidak berlanjut pada pertandingan selanjutnya. Kroasia yang pada pertandingan pertamanya dikalahkan oleh Meksiko berhasil menjungkalkannya dengan skor 2-1. Gol penentu kemenangan Kroasia dicetak oleh Milan Rapaic menit 76’. Sebenarnya Italia memimpin lebih dulu ketika Vieri menceploskan bola menit 55’, namun keunggulan Italia Cuma bertahan sekitar seperempat jaman. Menit 73 Ivinca Olic menyamakan kedudukan menjadi satu sama.

Kekalahan atas Kroasia ternyata tidak menjadi bahan koreksi yang baik bagi Italia. Pada pertandingan selanjutnya, Italia hampir saja terjungkal lebih dini dari Piala Dunia. Menghadapi Meksiko yang masih beberapa kelas di bawahnya Italia bermian amburadul. Sampai menit ke 84’ Italia masih tertinggal satu gol dari Meksiko. Padahal Italia membutuhkan kemenangan untuk melaju ke babak 16 besar, minimal seri dengan syarat Ekuador harus bisa mengalahkan Kroasia pada pertandingan lainnya. Untung Italia mempunyai Alex Del Piero, yang pada menit ke 85  berhasil menyamakan kedudukan menjadi imbang, 1-1. Di lain tempat, Ekuador ternyata berhasil memenangkan petandingan terakhirnya atas Kroasia, dan Italia tertolong dengan menjadi Runner Up dibawah Meksiko.

Pada babak 16 besar Italia harus betemu dengan tuan rumah bersama, Korea Selatan. Secara materi Italia jauh lebih diunggulkan dari pada Korea Selatan. Meski pada babak penyisihan Italia terlihat kurang bertaji, tapi Italia tetaplah Italia yang mempunyai mental juara dibanding tim  pupuk bawang Korea Selatan. Namun Korea patut optimis, dengan modal sebagai juaru grup cukup untuk menguatkan mental mereka sebelum menghadapi sang “calon juara” Italia. Sebagai bukti adalah keberhasilan mereka menjungkalkan portugal, yang (juga) bertabur bintang.

Pertandingan Korea Selatan melawan Italia disambut hiruk pikuk penonton tuan ruham. Seluruh stadion menjadi berwarna merah khas warna Korea Selatan. Pertandingan dipimpin oleh pengadil terbaik dari Ekuador, Byorn Moreno. Ini adalah yang kedua kalinya memimpin pertandingan di Piala Dunia setelah sebelumnya menjadi pengadil antara Amerika Serika dan Portugal.

Pada momen inilah drama tersingkirnya Italia dimulai, dan “aktornya” Byorn Moreno.

Pertandingan berjalan dengan tempo yang sangat cepat dan keras, bahkan menjurus kasar. Menit ke-4 Italia sudah mendapat hukuman pinalti setelah satu pemain Korsel dijatuhkan bek Italia dikotak terlarang, untung Buffon sigap dan pinalti Ahn Jung Hwan gagal. Tempo masih tetap tinggi sampai akhirnya Italia behasil unggul lebih dahulu lewat tandukan Cristian Vieri yang memanfaatkan umpan tendangan pojok Francesco Totti menit ke-18. Karena kerasnya tempo pertandingan, Morena sampai-sampai mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah dari sakunya. Selain itu, Morena juga beberapa kali membuat sebuah keputusan kontroversial, salah satunya adalah menganulir gol Tommasi, karena dianggap telah terjadi off side terlebih dahulu.

Puncak kontroversi adalah ketika dikeluarkannya Frascesco Totti menit ke-103. Totti dianggap telah melakukan diving di depan kotak pinalti Korea Selatan. Kontak protes keras langsung dilancarkan para pemain dan ofisial tim nasional Italia, seakan tidak terima untuk kedua kalinya dikerjai oleh wasit setelah sebelumnya gol Domiano Tommasi dianulir. Totti adalah kartu As permainan Italia dalam Piala Dunia ini, dengan dikeluarkannya dia dari permainan, sudah tentu ini adalah kerugian sangat besar bagi kesebelasan dari negeri yang terkenal dengan pizza-nya ini. Italia akhirnya tersungkur lebih cepat, harapan untuk mengangkat tropi hanya tinggal impian. Namun demikian, publik Italia tidak sepenuhnya menyelahkan pemainnya. Para seporter yakin, aktor yang paling bertanggung jawab atas aib ini adalah dia yang bermata malas berkaos hitam pada pertandingan itu, Byron Moreno sang pengadil pertandingan.

Ancaman Mati dari Publik Itali.

Media italia langsung bersepekuasi bahwa ini adalah sebuah usaha, konspirasi untuk menyingkirkan Italia lebih dini dari perhelatan Piala Duni ini. Reaksi muncul dari mana-mana, termasuk jajaran kementerian Italia. “ wasit sungguh memalukan, ini benar-benar keji”, ujar Franco Frattini mewakili kementeian Italia. Tidak ketinggalan juga, masyarakat Italia, terutama seporter mereka memberi kecaman yang beraneka ragam kepada Moreno, bahkan dalam sebuah media mereka dengan tegas memberi ancaman mati kepda wasit berpostur tambun itu.

Beberapa saat setelah petandingan Italia versus Korea Selatan usai, seporter Italia membuat onar di sebuah stasion kereta di pusat kota. Namun, kerusuhan ini segera dapat dipadamkan oleh keamaan setempat dan keadaan kembali normal. Dalam aksi itu, para seporter meneriakkan sebuatan-sebutan yang menjelekkan sang wasit. “maling, maling, kamu telah mencuri petandingan ini”, kecamnya kepada Moreno.

Suara yang paling keras keluar dari media-media kenamaan asal Italia. Bruno Pizzul, seorang komentator kenamaan asal Italia mengatakan bahwa ini benar-benar sebuah pencurian. Wasit telah mencuri kemenangan dari Italia. Wasit telah melakukan hal yang sangat memalukan dalam sepak bola. Media kenamana Italia, La Gazzeta dello Sport juga membahas khusus perihal kekalahan Italia dari Korea. Tidak lupa media ini juga mengecam habis-habisan apa yang telah diberikan wasit Moreno kepada Italia, dengan menulis bahwa pertandingan ini adalah sebuah “kutukan dan sumpah serapah” kepada tim nasional Italia. “Italia pulang dari piala Dunia dengan kemarahan yang sangat besar”, tulisnya.

 

Yang paling ekstrem adalah bahwa ini konspirasi besar FIFA untuk menjegal Italia dan meloloskan tuan rumah ke babak selanjutnya. Namun FIFA membantah tudingan publik Italia ini. Melaui presidennya, Sepp Blatter FIFA mengatakan seharunya Italia harus bisa menerima kekalahan ini. Ini adalah permainan, suatu kelumrahan jika ada yang menang dan ada yang kalah. Bahkan Blatter meminta kepada publik bola Italia untuk menerima kekalahan ini apapun bentuknya, karena dengan sikap seperti ini akan semakin menunjukkan kehormatan tim nasional Italia sebagai salah satu tim yang disegani di persepakbolaan internasional.  Mengenai kepemimpinan wasit Blatter menilai tidak ada yang salah dengan kepemimpinan wasit moreno. “ wasit menjalankan tugasnya dengan baik tidak ada yang salah dengan dia (Moreno), hanya saja yang menjadi masalah adalah hakim garisnya. Dia kurang jelas ketika melihat posisi offside”, tegasnya kepada kepada BBC sport. Namun demikian dia berjanji akan segera membenahi masalah ini, dengan memilih wasit yang benar-benar mempunyai kredibilitas tinggi, “ini adalah ajang besar, dan harus dipimpin oleh wasit yang besar pula”.

Pun demikian dengan Moreno, meski mendapat kecaman yang sangat besar dari publik dan media Italia, dia kelihatan sangat tenang. Dia berujar bahwa dia tidak melakukan kesalahan ketika harus memutuskan untuk memberi kartu merah kepada bintang Italia, Francesco Totti. “saya tidak melihat tayangan ulang, tapi dia benar-benar telah melakukan diving”, tegasnya.

Walau sekuat apapun pembelaan yang diberikan Morena atas inseden kekalahan italia dari Korea, Morena tetaplah musuh bagi pecinta bola Italia, seperti halnya Ahn Jung Hwan. Dua orang itu tidak akan penah hilang begitu saja dari benak masyarakat Italia.

 

Jumat, 12 Juni 2009

HERMENEUTIKA


(alat tafsir teks-teks sejarah)

Telah tiba saatnya kajian sejarah pada fase penulisan. Suatu fase yang secara teoritis adalah penutup dari pelbagai permasalahan penelitian sejarah. Setelah heuristik, kritik sumber baik intern ataupun ekstern, interpretasi, dan terakhir adalah tahap penulisan sejarah. Dalam penulisan sejarah terdapat paparan, penyajian, presentasi atau penampilan yang sampai kepada para pembaca atau pemerhati sejarah. Paling tidak dalam sebuah penyajian dalam bentuk penulisan mengandung diskripsi, narasi, dan tentunya analisis.
Dalam penulisan sejarah apabila kita menemui bahasa yang sulit dan atau meragukan, maka timbullah suatu persoalan tambahan ambiguitas dalam pemaknaan. Kekhawatiran itu mungkin bersifat senganja atau tidak sengaja. Masalah hermeneutik menjadi sangat kuat apabila dapat diduga bahwa ada maksud mengatakan bahwa ia akan segera membacanya?
Hermeneutika berasal dari bahasa Yunani yang berarti penjelasan. Semula merupakan bagian dari filologi untuk mengkritisi otentitas teks. Bagi historiografi, hermeneutika merupakan alat kritik terhadap sumber-sumber sejarah. Dalam perkembangannya menjadi suatu tradisi berfikir atau refleksi filosofis yang mencoba menjelaskan konsep verstehen, atau pemahaman. Hermeneutika mencoba memahami makna sebenarnya dari sebuah dokumen, sajak, teks hukum, tindakaan manusia, bahasa, budaya asing, atau juga diri sendiri.
Menurut CLM, hermeneutika termasuk dalam kubu historikalis. Hermeneutika bertolak dari tradisi-tradisi relativisme dengan tokoh-tokoh sepeti Dilthey, Collingwood, dll. Mereka umumnya berpendapat bahwa perbuatan manusia hanya lebih sesuai sebagai bentuk kajian idiografik daripada kajian nomtetik.
Menurut Dilthey, tugas utama dari verstehen (pemahaman) adalah menghubungkan setiap ekspresi dengan peristiwa mental atau keadaan. Dia juga membagi verstehen menjadi dua bagian, yaitu pemahaman dasar dan pemahaman tinggi. Pemahaman dasar meliputi ekspresi individual, yang dapat befungsi tanpa perantara. Pemahaman tinggi berfungsi menyusun pelbagai ekspresi yang disediakan oleh pemahaman elementer sehingga menjadi suatu struktur yang saling berkaitan. Pemahaman tinggi harus menggunakan beberapa rujukan seperti inferensi berupa berfikir secara analogi atau menempatkannya di bawah suatu tipe umum.
Tradisi hermeneutika yang menjadi pembela utama pendekatan interpretif menolak kemungkinan suatu unifikasi (atas dasar-dasar empiris atau realis) antara ilmu-ilmu alam dengan kajian mengenai perbuatan, sejarah, dan masyarakat. Hermeneutika menekankan secara tegas perbedaan antara ilmu alam dengan ilmu kemanusiaan (humanisme). Asal-usul hermeneutika yang sangat panjang sebenarnya dapat dirunut sejak Arsitoteles. Hanya saja baru dianggap penting sejak Giambatista Vico yang menulis buku The New Science (1723). Vico mempertentangkan asal-usul yang berbeda antara alam denga masyarakat atau sejara. Mereka mempunyai jalan masing-masing. Dengan asumsi sebagai berikut, bahwa alam adalah ciptaan tuhan, sedangkan masyarakat dan ataupun sejarah adalah ciptaan manusia dengan inderanya.
Tambahnya lagi, manusia hanya dapat dipahami melalui sejarah karena dalam sejarah manusia dapat mengekspresikan dirinya pada waktu yang berbeda-beda. Dan dalam bentuk-bentuk ekspresi yang berbeda-beda itulah manusia secara langsung menyingkap karakter dirinya.
Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa hermeneutika sangat erat hubungannya penafsiran teks-teks dari masa lalu dan penjelasan perbuatan manusia sebagi pelaku sejarah. Adalah menjadi tugas sejarawan untuk memahami objek kajian dengan cara menafsirkan makna-makna dari semua peristiwa, proses serta perubahan keseluruhan masyarakat manusia. Sejarawan menjadi penjelas masa lalu dengan mencoba menghayati atau menempatkan dirinya dalam diri pelaku sejarah, dalam hal ini sering disebut dengan istilah Historical Mindedness . Dalam upaya memasuki diri pelaku sejarah dan mencoba memahami apa yang dipikirkan dan diperbuat oleh pelaku sejarah, sejarawan harus juga menggunakan latar belakang kehidupan dengan seluruh pengalaman hidupnya sendiri.
Oke!! Ada dua cara dalam menghadapi teks-teks sebagai sumber sejarah. Mula-mula teksnya sendiri ditafsirkan lalu perbuatan pelaku sejarah dijelaskan. Dalam teks dicoba dilihat keterpaduan antara masa lalu yang dikaji bahan-bahan yang menjadi sumber sejarah sehingga dari penafsiran itu dapat diambil suatu sikap atau kesimpulan tertentu. Kedua, mencoba menjawab pertanyaan mengapa pelaku sejarah berbuat demikian rupa sebagai yang telah diterangkan dalam teks-teks (sumber) tersebut. Atau denga kata lain, proses hermeneutika yang menghayati dari dalam pikiran orang lain, maksudnya tidak saja untuk menafsirkan makna teks, tetapi juga untuk mencoba memahami mengapa seorang pelaku sejaran sampai berbuat seperti itu. Baik dalam kontek baik ataupun buruk.

Senin, 25 Mei 2009

SEBUAH PERJUANGAN UNTUK KEMBALINYA KEDAULATAN INDONESIA

SEBUAH PERJUANGAN UNTUK KEMBALINYA KEDAULATAN INDONESIA
Mungkin judul di atas bagi kita terkesan sangat sepele. “kembali ke Jogja” seakan-akan itu adalah sebuah judul film atau sinetron. Tapi kalo kita membaca apa yang sebenarnya, itu adalah sebuah judul tulisan dari seorang tokoh nasional Indonesia, Muhammad Roem.
Kembali ke Jogja adalah sebuah pledoi perihal kembalinya kekuasaan Indonesia dari tangan pemerintah colonial belanda pasca agresi militer ke-2. Jogya atau dalam hal ini adalah Yogyakarta adalah representasi dari kedaulatan Indonesia yang baru seumru jagung. Namun permasalahan sudah cukup memilukan dan membuat mengelus dada.
Tanggal 19 Desember 1948 tentara Belanda kembali menduduki pelbagai wilayah Indonesia, sebagai terusan dari agresi militer pertama Belanda. Peristiwa itu sangat terkenal dengan sebutan Agresi Militer ke-2 Belanda. Pelbagai alasan Pemerintah Belanda melakukan agresi ini adalah sebagai betikut; Belanda berasumsi bahwa Indonesia belum mampu mengurusi badan-badan pejaung Indonesia, selain itu adalah “anggapan” Belanda yang mengatakan bahwa Hatta telah mengingkari janji-janji yang dia ucapkan dihadapan menteri-menteri Belanda yang datang ke Yogyakarta.
Namun sangat jelas, alasan utamanya adalah upaya Belanda untuk menguasai kembali jajahan yang sempat lepas dari genggamannya. Selain itu adalah menaklukan segala perlawanan yang telah dilaksakan oleh lascar-laskar pejuang Indonesia. Seperti yang telah disinggung diawal tulisan tadi, bahwa agresi II ini bertujuan untuk meneruskan agresi I yang sempat dihentikan oleh dewan keamanan dalam resolusinya tanggal 1 Agustus 1947.
Waktu keadaan memang sangat tegang dan cukup genting. Seluruh pimpinan tertinggi sedang berada dalam masa pengasingan, tidak terkecuali Soekarno, Hatta dan bebarapa menteri pun ikut diasingkan. Ada bebapa menteri yang masih berupaya untuk meneruskan perjuangan. Pusat pemerintahan pun dipindah di bukit tinggi, dengan pejabat sementara adalah Safrudin Pramiwonegoro. Dan di Jawa terbentuk Komisariat Pemerintah dengan ketua Mr. Susanto Tirtoprodjo.
Orang-orang yang masih tersisa pun terus berusaha untuk meneruskan perjuangan dengan cara apapun. Simpati dicari dimana-mana. Dari dewan keamana sampai Negara-negara tetangga pun di coba untuk dimintai simpati. Negara-negara tetangga pun pada akhirnya banyak mengutuk tindakan yang dilakukan oleh Belanda. Reaksi pun muncul dimana-mana, salah satunya di Negara-negara Arab, Pakistan, India dan Pakistan menutup akses penerbangan untuk Belanda.
Selain itu, yang sangat menarik adalah pernyataan yang dilontarkan oleh Amerika. Biasanya Amerika selalu memposisikan dirinya sebagai Negara yang netral, namun sekarang sikapnya kelihatan lebih positif. Segera Amerika menelorkan usulan untuk melakukan sebuah resolusi damai antara Indonesia dan Belanda. Resolusi itu menuntut agar Belanda segera menghentikan semua tindakannya, dan segera mungkin menarik mundur pasukannya dari Yogyakarta.
Reaksi juga tidak berhenti sampai situ saja. Masih banyak reaksi-reaksi yang lain. Bertepatan dengan itu pula dewan keamanan sedang melakukan rapat di Paris. Ini memang momen yang harus segera dimanfaatkan oleh pihak kita, Indonesia untuk sesegera mungkin mengusir Belanda dari tanah tercinta. Dewan keamana pun pada akhirnya mengeluarkan pokok-pokok resolusi dianranya:
1. Membebaskan semua tahanan politik.
2. Mengembalikan pemerintahan RI yang dapat agar dapat berfungsi bebas di Yogyakarta dan sekitarnya.
3. Mengadakan pemerintahan federal selambat-lambatnya pada tanggal 15 Maret 1949.
4. Mengadakan pemilihan umum untuk memilih konstituante yang harus selesai pada 1 Oktober 1949.
5. Pengembalian bertahap pemerintah Indonesia di lain daerah. Ini dengan sendirinya berarti penarikan mundur yang bertahap dari pasukan Belanda.
Dalam diplomsi Indonesia memulai perundingan dengan diadakannya perjanjian Roem-Royen, yang diadakan di Yogyakarta. Royan menjelaskan dengan cermat sesuai dengan sudut pandang Belanda. Delegasi Indonesia juga tidak kalah cerdinya, dia banyak sekali menyinggung perjuangan bangsa Indonesia dari penjajahan.
Pada akhirnya perjanjian Roem-Royen sangat bermanfaat bagi pemerintahan RI. Keberhasilan perjanjian Roem-Royen patut diacungi jempol. Meskipun pada akhirnya, itu kurang mendapat sambutan hangat dari Safrudin Prawironegor, karena sebelumnya tidak meminta ijin pada PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia). Namun dia bisa memaafkan hal itu karena saat beberapa saat setelah perjanjian itu Hatta datang menemuinya di Aceh.
Safrudin mengatakan bahwa ketidakadanya konfirmasi dengan PDRI membuat PDRI tidak mempunyai prestise di depan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu Safrudin agak kecewa. Dalam sidang cabinet ia menjelaskan bahwa PDRI tidak menentukan sikap terhadap perjanjian Roem-Royen. PDRI menyerahkan putusan pada kabinet, Badan Pekerja Nasional Pusat dan Pimpinan Angkatan Perang. Dia meneruskan bahwa akibat dari tindakan ini pada akhirnya menjadi tanggungan bersama.
Perjuangan pengembalian kekauasaan ke Yogyakarta juga tidak lepas dari usaha para laskar yang berada di pedalaman hutan. Jendral Soedirman patut dianugrahi sebagai orang sangat berjasa dalam usaha ini. Meskipun dengan kondisi kesehatan yang cukup memprihatinkan beliau masih kuat untuk memimpin laskar menyusuri hutan belantara Jawa.
Ternyata usaha tidak berakhir sia-sia. Perjuangan dan usaha berujung manis yang gilang gemilang. Perjuangan, baik dengan fisik dan diplomatic, tenyata telah berhasil memaksa Belanda untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto and de jure. Mengisahkan ihwal perkalanan perjuangan laskar, pada hari-hari pertama TNI mundur keluar Ibukota untuk menduduki tempat-tempat strategis menurut rencana. TB Simatupang dalam bukunya menggunakan istilah perang rakyat untuk perlawanan ini. Istilah itu menggambarkan partisipasi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Perlawanan ini dimanfaatkan oleh laskar-laskar dari Siliwangi. Dengan meletusnya peristiwa ini, mereka bisa kembali ke posnya dan dapat meneruskan perjuangan mereka di wilayahnya yang sebelumnya telah mati dan terputus. Perjalanan laskar siliwangi digambarkan dalam sebuah film yang sudah sering kita lihat “The Long March”. Sedikit menyinggung film itu menggambarkan kusah yang sangat heroik dari pada perjalanan itu, melalui gunung-gunung dan hutan belukar.
Kegagalan Royen dalam perundingan membuat kecewa kalangan Belanda. Mulai dari pemerintah sampai laskar-laskar yang berada di Indonesia. Bahkan pada akhirnya, “kekalahan” ini lah yang menyebabkan kematian salah satu jendral Belanda, Spoor. Kematiannya pada 25 Mei 1949 disinyalir karena tekanan yang dia dapat dapat dari kekalahan ini.
Akhirnya tibalah saatnya presiden, wakil presiden, dan lain-lain, para pemimpin yang diasingkan di Bangka, kembali ke Yogyakarta. Tanggal 6 Juli 1949 mendaratlah pesawat terbang komisi PBB yang membawa Soekarno, Hatta, dan para pemimpin dari Bangka. Rakyat menyambut dengan gegap gempita dan suka cita. Kalimat kembali ke Jogja telah menandai dimualainya pemerintahan pasca agrsi militer II Belanda.
*dikutip dari kumpulan tulisan (Bunga Rampai) Mohammad Roem, Dari Sejarah, dengan judul Kembali ke Jogja.

Hal Ihwal Filsafat Sejarah


Sejarah adalah rangkaian peristiwa masa lampau yang terjadi secara kronologis dan tersusun. Dalam kajiannya menggunakan metode-metode dan pendekatan-pendekatan tertentu. Dengan perkembangannya, sejarah tidak hanya berkutat pada hal ihwal ruang waktu saja, tetapi melihat apa yang terjadi di satu tempt pada waktu yang berbarengan. Sejarah tidak akan lepas dari filsafat. Hegel member opsi tersendiri dengan menyebut istilah filsafat sejarah. Filsafat sejarah adalah tinjauan terhadap peristiwa historis secara filosofis untuk mengetahui factor-faktor kejadian pada masa lampau maupun masa kini
Filsafat sejarah telah mengalami perkembangannya ketika Hegel mengeluarkan dialektikanya. Dia banyak membahas tentang dialektika dalam sejarah, yang pada akhinrya itu menjadi senjata makan tuan bagi dirinya ketika Mark menelorkan paham Marxisme. Namun disamping itu, perkembangan filsafat sejarah telah mempengaruhi perkembangan penulisan dan penelitian sejarah di era modern.
Sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajarotun yang berarti pohon. Yang mana pohon tersebut mempunyai banyak sekali cabang-cabang yan saling berhubungan satu dengan yang lain. Begitu pula dengan perkembangan ilmu sejarah di era moder. Sejarah tidak hanya berkutat pada kronologis cerita msa lampau saja, tetapi juga melihat bagaimana kronologis itu tersusun secara dinamis dan rapi. Selain itu, perkembangan sejarah juga menuntut pendekatan lain guna mempermudah penelitian dalam penelitian dan penulisan sejarah, yang pada ini disebut dengan pendekatan multidimensional.
Kembali ke kontek sejarah adalah pohon. Kata ini telah memberi gambaran pendekatan sejarah yang lebih analogis kerena memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia dengan pohon yang tumbuh dari biji yang kecil menjadi pohon yang rindang dan berkesinambungan. Oleh karena itu untuk menangkap pelajarah atau pesan sejarah di dalamnya memerlukan kemampuan pesan yang tersirat sebagai ibarat atau ibroh di dalamnya.
Yang harus diperhatikan dalam kajian sejarah adalah perbedaan antara sejarah dalam kerangka ilmiah dan sejarah dalam kerangka filosofis. Dalam kerangka ilmiah, sejarah lebih bersifat sebagai ilmu, yaitu meneliti secara menyeluruh pelbagai masalah yang terjadi pada masa lampau, dengan menggunakan metode-metode yang telah disampaikan. Sedangkan sejarah dalam kerangkan filsafat yang di dalamnya terdapat dua poin. Pertama mencoba menawarkan sebuah upaya untuk mencari sebuah pembenaran dalam suatu peristiwa sejarah. Yang berusaha memastikan suatu tujuab umum yang mengurus dan menguasai semua kejadian dan seluruh jalanya sejarah. Kedua adalah upaya untuk menguji dan menghargai metode sejarah dan kepastian dari kesimpulan-kesimpulannya.
Dalam kajian-kajian modern, filsafat sejarah menjadi suatu tema yang mengandung dua segi yang berbeda dari kajian tentang sejarah. Segi yang pertama berkenaan dengan kajian metodologi penelitian ilmu ini dari tujuan filosofis. Ringkasnya, dalam segi ini terkandung pengujian yang kritis atas metode sejarawan. Pengujian yang kritis ini termasuk dalam bidang kegiatan analitis dari filsafat, yakni kegiatan yang mewarnai pemikiran filosofis pada zaman modern dengan cara khususnya, di mana si pemikir menaruh perhatian untuk menganalisis apa yang bisa disebut dengan sarana-sarana intelektual manusia. Ia mempelajari tabiat pemikiran, hukum-hukum logika, keserasian dan hubungan-hubungan antara pikiran-pikiran manusia dengan kenyataan, tabiat, realitas, dan kelayakan metode yang dipergunakan dalam mengantarkan pada pengetahuan yang benar.
Dari segi yang lain, filsafat sejarah berupaya menemukan komposisi setiap ilmu pengetahuan dan pengalaman umum manusia. Di sini perhatian lebih diarahkan pada kesimpulan dan bukannya pada penelitian tentang metode atau sarana-sarana yang digunakan seperti yang digunakan dalam metode analitis filsafat. Dalam kegiatan konstruktif, filosof sejarah bisa mencari pendapat yang paling komprehensif yang bisa menjelaskan tentang makna hidup dan tujuannya.
Tokoh filsafat sejarah paling terkenal adalah Hegel. Dia telah banyak menelorkan buku perihal filsafat sejarah. Dia melihat sejarah adalah sebuah peristiwa yang muncul karena sebab akibat. Dia menggunakan dialektikanya dalam meneliti kejian sejarah.
Filsafat sejarah merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian keilmuan filsafat secara umum. Bagian integral yang berpengaruh dalam memahami dan mengkaji sejarah dari sudut pandang filsafat. Memandang sejarag bukan hanya masa lampau namun juga menjadi unsure perubahan dari masa ke masa. Beberapa tokoh bermunculan dari ranah filsafat sejarah, dan Hegel termasuk di dalamnya. Dia merupakan salah satu filosof ternama yang dihasilkan Jerman sebagai sebuah tempat yang laik bagi lahirnya beberapa filosof terkenal dan berpengaruh. Disamping Kant, Hegel mempunyai konsistensi dalam berfikir dan kapabilits rasio yang mampu menterjemaghkan hidpu dalam bentuk rumus dialektikanya yang terkenal. Hegel seorang yang progresif dalam berfikir dan bertindak,meskipun tidak reaksioner dalam bersikap terhadap realitas.Filsafat Roh yang merupakan karakternya,yang dia akui merupakan hasil sintesa antara pemikiran Fichte dan Schelling dizaman pertumbuhan filsafat idealisme Jerman abad-19.Dia cenderung memaknainya sebagai Roh Mutlak atau Idealisme Mutlak.
Hegel seorang yang berkebangsaan Jerman,hidup dari keluarga yang mapan secara status sosial,serta pola pendidikan keluarga terutama ibunya yang mempengaruhi Hegel menjadi filsuf besar.Dia dilahirkan di Kota Stuttgart,Jerman pada 27 Agustus 1770. Dia sempat pula mengenyam pendidikan di Gymnasium Stuttgart,setelah kemudian melanjutkan di Universitas Tubingen.
Pemikiran Hegel yang senantiasa berdialektika terhadap realitas dan memandang adanya ’realitas mutlak’ atau ruh mutlak atau idealisme mutlak dalam kehidupan,sangat mempengaruhi dalam memandang sejarah secara global,ini terbukti saat dialektikanya mampu memasukkan pertentangan didalam sejarah sehingga dapat mengalahkan dalil-dalil yang bersifat statis. Hingga terbukti pembuktian-pembuktian ilmiah yang dihasilkan.Dari sanalah filsafat sejarah layak ditempatkan,sebagai bagian yang utuh dari dunia kefilsafatan. Hegel juga memandang bahwa sejarah merupakan suatu kondisi perubahan atas realitas yang terjadi,dia pula yang menyatakan sejarah menjadi sebuah hasil dari dialektika,menuju suatu kondisi yang sepenuhnya rasional.
Berlampau dari Hegel dengan pemikirannya, kita akan lebih spesifik membahas tentang filsafat sejarah. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa filsafat sejarah berusaha menggali kebenaran objektif dari sebuah kajian sejarah. Objektifitas dalam sejarah adalah hasil penalaran dan interprteasi dari sejarawan yang bersangkutan. Sejarah harus berdasarkan sumber yang terpercaya kredibilitasnya. Sejarah bukanlah dongeng yang seenaknya saja dirangkai tanpa metode dan konsep yang matang.
Selain objektifitas, kebenaran sejarah juga merupakan faktor yang cukup penting dalam melakukan kajian sejarah. kebenaran sejarah dapat diperoleh dari sumber-sumber, ataupun fakta-fakta sejarah yang terpercaya. Terpilihnya sumber-sumber terpercaya dapat diperoleh dari proses verifikasi dan kritik terhadap sumber-sumber yag telah terkumpul, baik itu secara intern maupun ekstern. Dengan verifikasi inilah proses pembenaran sumber akan benar-benar terproses secara baik dan benar.
Sebagai penutup, sejarah adalah sebuah penjelasan tentang peristiwa masa lampau yang bersifat kronologis. Terutama tentang pembahasan mengenai metode sejarah, penjelasan adalah pusat utama yang menjadi sorotan. Kuntowijoyo juga menambahi bahwa penjelsan sejarah adalah usaha membuat unit sejarah agar dimengerti secara cerdas dan jelas, intelligible . Hal ini berbeda dengan analisis, yang hanya menekankan pada proses analisis. Penjelasan sejarah mencoba membeberkan hal ihwal metode dan metodologi sejarah yang dipakai oleh sejarawan dalam meneliti kajian sejarah.

SEJARAH ADALAH POLITIK MASA LAMPAU

Pendahuluan
Beriring dengan perkembangan waktu, model penulisan sejarah pun berkembang dengan pesat. Sejarah tidak lagi berkutat pada permasalahan tempo dulu yang saklek dengan metode penulisan yang menggunakan sudut pandang sejarah saja, melainkan sejarah adalah meluas dalam waktu. Jadi dalam satu peristiwa sejarah, akan banyak ditemui pelbagai peristiwa lain yang nantinya akan menjadi bumubu sejarah itu sendiri.
Melalui bukunya, ”Pemberontakan Petani Banten 1888”, Sartono member tawaran baru kepada penulisan sejarah Indonesia. Dalam tulsiannya tersebut dia banyak menggunakan pendekatan-pendekatan ilmu-ilmu social. Pendeketana itu sering kita sebut dengan pendekatan multidimensional. Adapun ilmu-ilmu social itu meliputi sosiologi, antropologi, ilmu politik, ekonomi dan lain-lain.
Sejarah adalah politik masa lamapu, itu kata sebagian pakar sejarah. Banyak peristiwa sejarah yang memang mengupas peristiwa politik masa lampau. Mulai dari raja dan kerajaannya, kekuasaan, wilayah terotori, dst. Ada juga yang menjadikan sejarah sebagai alat legitimasi yang kuat untuk menciptakan sebuah kekuasaan yang kuat pula.
Oleh sebab itu model penulisan sejarah dengan pendekatan politik pun berkembang dengan pesat. Meskipun babakan model penulisan sejarah politik tidak berkembang dengan perkembangan penulisan sejarah, namun eksistensi poltik masih terus melekat erat dalam setiap penulisan sejarah.
Oleh sebab itu munculan kemudian model penulisan sejarah politik. Sejarah politik akan intern membahas tentang perkembangan politik sebuah Negara, wilayah, daerah atau yang lain. Sejarah politik akan banyak menggunakan pendekatan-pendekatan poltik dalam kajiannya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan masih memakai pendekatan yang lain untuk mengkajinya secara gamblang.
Untuk materi kali ini penulis akan sedikit menyinggung perihal apa saja yang harus diperhatikan dalam menulis sebiah karya sejarah politik. Mulai dari pendekatan-pendekatan dan ilmu-ilmu bantu yang mewarnainya. Sekali lagi, sejarah bukanlah ilmu yang manja dengan banyak menggunakan bantuan dari ilmu-ilmu yang lain. Melainkan pendekatan itu digunakan sebagai penguat dan bahan verivikasi dan penyeimbang penulisan sebuah karya sejarah.

Pembahasan
Ketika membicarakan perihal sejarah, kita tidak akan terlepas dari kontek poltik. Politik adalah strategi yang banyak digunakan dalam pelbagai masalah lehidupan, baik dalam sejarah, sosilogi, antropologi dan bahkan ekonomi. Ranah perpolitikan memang kadang-kadang sangat kejam kalau kita lihat secara sobjektif. Tetapi banyak sisi yang harus kita kupas untuk menganalisis poliitk dan sejarah politik.
Sejarah adalah politik masa lampau. Statmen salah seorang pakar sejarah seperti itu. Kalau kita analisis secara mendalam, memang kenyataannya seperti itu. Sejarah sering membicarakan kepentingan-kepentingan golongan. Apalagi ketika kita disidorkan dengan banyaknya kajian sejarah yang banyak mengupas sisi kehidupan dan peristiwa-peristiwa besar di masa lampau.
Sejarah sering dijadikan sarana-sarana legitimasi golongan. Banyak kasus yang dapat kita lihat tentang itu. Nasib sejarah tergantung penulisnya. Saya ingat ketika teman saya mengatakan bahwa sejarah itu bagaikan roti tawar. Dia akan akan manis ketika si pembikin roti memberinya gula dan susu, akan terasa hambar bila si pembuat tidak menaruh apapun di atas permukaan roti, dan bahkan akan mematikan bila di atanya ditaburi racun. Begitu pula dengan sejarah, akan terasa manis bila sejarah itu tidak memihak salah satu golongan dan berjalan sesuai dengan sumber-sumber sejarah, dan akan dapat menjerumuskan jika sejarah tersebut diputarbalikkan sedemikian rupa.
Dalam sejarah Indonesia, politik, selalu mempunyai peran penting dalam membawa kemana arah sejarah. Dalam bebarapa kasus, Negara juga berperan dalam penyebaran agama-agama di Indonesia. Islam, hindu-budha, Kristen, dan sebagainya. Mataram mengadakan serbuan ke utara dan timur dengan maksud menguasai jalur perdagangan di terutama di Bandar-bandar dan pelabuhan. Itu semua pada dasarnya menggunakan alasan politis, dan kemudian sejarahlah yang digunakan menjadi alat legitimasinya .
Mungkin itu prolog pembahasan penulis sebelum memulai tulisannya tentang sejarah politik. Dalam kajian kali ini kita akan sedikit banyak membahas perihal sejarah plotik dan perangkat-perangkatnya. Mulai dari apa itu sejarah plitik, pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam menkaji sejarah ploitik, dan juga ilmu-ilmu Bantu ketika kita melakukan penelitian tentang sejarah politik.
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang sejarah poltik arilah kita terlebih dahulu melihat defenisi dari apa itu sejarah dan apa itu politik. sejarah adalah peristiwa masa lampau. Politk mempunyai banyak penafsiran tentangnya. Perhatian ilmu-ilmu politik adalah pada gejala-gejala masyarakat, keputusan dan kebijakan, konflik dan consensus, kepemimpinan dan sebagainya.
Yang harus diketahui adalah sejarah berbeda dengan ilmu-ilmu lain, termasuk politk ialah sejarah memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu-ilmu sosial lain meluas dalam ruang . Namun keduanya tidak dapat dipisahkan begitu saja. Kalau sejarah meneliti pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan ilmu-ilmu sosial, termasuk politik, adalah penampangnya dan perangkatnya.
Pada mulanya politk adalah tulang punggung sejarah. Oleh karenanya buku-buku sejarah kebanyakan berisikan rentetan kejadian mengenai raja-raja, kekuasaan, Negara dan lain sebagainya. Seperti yang telah saya ungkapkan tadi, ada statement yang mengatakan bahwa “ history is the past politics. Politics is the present history” (Sir John Robert Seeley, sejarawan Inggris, 1834-1895) yang dengan sejas menerangkan keterkaitan yang cukup kuat antara sejarah dan politik.
Pernyataan itu tidak bertahan lama. Pasca perang dunia kedua, sejarawan Prancis yang tergabung dalam aliran annales meragukan keterkaitan sejarah dengan polit. Kalau sejarah hanya sejarah politik saja, maka sejarah akan menjadi sempit. Maka lahirlah kemudian pengembangan model penelitian sejarah. Pendekatan sejarah tidak melulu pada sejarah politik saja, tetapi sudah merambah ke ranah-ranah sosial yang lain.
Untuk mensinkronkan sejarah poltik dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial lain, maka penilisan sejarah tidak hanya berkisar tentang pemerintahan dan kenegaraan saja, tetapi sduah merambah ke ranah kekuasaan yang lebih luas. Mulai dari wilayah desa sampai kabupaten-kabupaten, bahkan pada masa lampau/pra aksara permasalahan yang begitu komplek tentang kekuasaan juga masuk dalam kajian sejarah politik.
Untuk mengkaji lebih lanjut tentang sejarah politik ada beberapa pendekatan yang harus dipakai. Pendekatan-pendekatan ini biasanya digunakan untuk mempermudah penelitian dan penitikberatan penelitian tersebut. Munurut Kuntowijoyo, setidaknya ada delapan pendekatan yang dapat digunakan dalam mengkaji sejarah politik.
- Sejarah intelektual.
- Sejarah konstitusi.
- Sejarah institusional.
- Sejarah behavioral.
- Sejarah komparatif.
- Sejarah sosial.
- Studi kasus.
- Catatan-catatan biografis.
Dan untuk membantu kelancaran dalam melakukan penelitian sejarah, maka diperlukan ilmu-ilmu Bantu lainnya, diantaranya:
- sosiologi.
- Antropologi.
- Ekonomi.
- Psikologi.
Mungkin penulis tidak perlu lagi menerangkan satu persatu definisi-definisi pendekatan-pendekatan dan ilmu-ilmu Bantu di atas, oleh karena pada pembahasan yang lalu dan setelah ini juga akan ada pembahasan tentang difinisi model-model penulisan sejarah itu.
Pada umumnya, ketika kita melakukan penelitian sejarah politik, kita akan merasa dibawa ke paradigma bahwa sejarah politik adalah sejarah Negara, sejarah kekuasaan yang mempunyai sekala besar. Namun pada kenyataanya itu tidak selalu benar. Kita bisa melakukan penelitian sejarah politik tingkat local dan daerah. Missal, Pengaruh Perkembangan Kebudayaan Desa A pada Eksistensi Kepala Adat, dan model-model yang lain, sebab saat ini kajian-kajian itu sudah tidak lagi bisa memuaskan para sejarawan .
Pemaparan deskriptis-naratif pada sejarah politik gaya lama digantikan dengan model analisis kritis-ilmiah karena sejarah politik model baru telah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan menggunakan pendekatan dan pelbagai ilmubantu sosial lainua. Seperti yang telah bahas sebelumnya.

Penutup
Itulah pemaparan mengenai bagaimana keberadaan sejarah politik sangat penting bagi perkembangan model penulisan sejarah. sejarah politik berkembang bersamaan dengan mulai berkembangnya penulisan sejarah. pada awalnya sejarah hanya sekumpulan kisah yang mempunyai babakan waktu dan pelaku, tanpa melihat apa saja yang sebenarnya terjadi bersamaan denganlnya. Sejarah adalah poltik masa lampau. Dengan pertimbangan itu, maka sangat dimungkinkan tercipatanya penulisan sejarah yang benar-benar intern terphadap perkembangna politik pada suaut wilayah atau penduduk tertentu.
Sejarah politik tidak berdiri sendiri dalam mengkaji peristiwa sejarah. dibutuhkan pelbagai pendekatan yang relevan untuk menjadikan karya sejarah menjadi karya yang benar-benar bagus. Kalau selama ini frame sejarah politik hanya berkisah tentang peristiwa-peristiwa besar dan orang-orang besar. Namun pada perkembangannya sejarah politik tidak melulu melihat itu. Sejarah politik mulai melihat peristiwa-peristiwa kecil yang memang menarik untuk dikaji.
Jadi, saat ini kita bisa memilih bebarapa opsi untuk menulis sejarah. jangan jadikan sejarah sesuatu yang membosankan. Sejarah adalah Sesutu yang sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sejarah adalah seni dan sastra. Sejarah mempunyai seni yang sangat mengagungkan. Jadi jangan minder untuk mengkaji sejarah. apalagi dengan beragamnya model penulisan sejarah. sejarah politik adalah salah satunya.

SUMBER BACAAN
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Bentang. Cet.ke-3.1997
___________. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. Cet. Ke-3. 2003.
Samsudin, Helius. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.2007