Senin, 25 Mei 2009

Hal Ihwal Filsafat Sejarah


Sejarah adalah rangkaian peristiwa masa lampau yang terjadi secara kronologis dan tersusun. Dalam kajiannya menggunakan metode-metode dan pendekatan-pendekatan tertentu. Dengan perkembangannya, sejarah tidak hanya berkutat pada hal ihwal ruang waktu saja, tetapi melihat apa yang terjadi di satu tempt pada waktu yang berbarengan. Sejarah tidak akan lepas dari filsafat. Hegel member opsi tersendiri dengan menyebut istilah filsafat sejarah. Filsafat sejarah adalah tinjauan terhadap peristiwa historis secara filosofis untuk mengetahui factor-faktor kejadian pada masa lampau maupun masa kini
Filsafat sejarah telah mengalami perkembangannya ketika Hegel mengeluarkan dialektikanya. Dia banyak membahas tentang dialektika dalam sejarah, yang pada akhinrya itu menjadi senjata makan tuan bagi dirinya ketika Mark menelorkan paham Marxisme. Namun disamping itu, perkembangan filsafat sejarah telah mempengaruhi perkembangan penulisan dan penelitian sejarah di era modern.
Sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajarotun yang berarti pohon. Yang mana pohon tersebut mempunyai banyak sekali cabang-cabang yan saling berhubungan satu dengan yang lain. Begitu pula dengan perkembangan ilmu sejarah di era moder. Sejarah tidak hanya berkutat pada kronologis cerita msa lampau saja, tetapi juga melihat bagaimana kronologis itu tersusun secara dinamis dan rapi. Selain itu, perkembangan sejarah juga menuntut pendekatan lain guna mempermudah penelitian dalam penelitian dan penulisan sejarah, yang pada ini disebut dengan pendekatan multidimensional.
Kembali ke kontek sejarah adalah pohon. Kata ini telah memberi gambaran pendekatan sejarah yang lebih analogis kerena memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia dengan pohon yang tumbuh dari biji yang kecil menjadi pohon yang rindang dan berkesinambungan. Oleh karena itu untuk menangkap pelajarah atau pesan sejarah di dalamnya memerlukan kemampuan pesan yang tersirat sebagai ibarat atau ibroh di dalamnya.
Yang harus diperhatikan dalam kajian sejarah adalah perbedaan antara sejarah dalam kerangka ilmiah dan sejarah dalam kerangka filosofis. Dalam kerangka ilmiah, sejarah lebih bersifat sebagai ilmu, yaitu meneliti secara menyeluruh pelbagai masalah yang terjadi pada masa lampau, dengan menggunakan metode-metode yang telah disampaikan. Sedangkan sejarah dalam kerangkan filsafat yang di dalamnya terdapat dua poin. Pertama mencoba menawarkan sebuah upaya untuk mencari sebuah pembenaran dalam suatu peristiwa sejarah. Yang berusaha memastikan suatu tujuab umum yang mengurus dan menguasai semua kejadian dan seluruh jalanya sejarah. Kedua adalah upaya untuk menguji dan menghargai metode sejarah dan kepastian dari kesimpulan-kesimpulannya.
Dalam kajian-kajian modern, filsafat sejarah menjadi suatu tema yang mengandung dua segi yang berbeda dari kajian tentang sejarah. Segi yang pertama berkenaan dengan kajian metodologi penelitian ilmu ini dari tujuan filosofis. Ringkasnya, dalam segi ini terkandung pengujian yang kritis atas metode sejarawan. Pengujian yang kritis ini termasuk dalam bidang kegiatan analitis dari filsafat, yakni kegiatan yang mewarnai pemikiran filosofis pada zaman modern dengan cara khususnya, di mana si pemikir menaruh perhatian untuk menganalisis apa yang bisa disebut dengan sarana-sarana intelektual manusia. Ia mempelajari tabiat pemikiran, hukum-hukum logika, keserasian dan hubungan-hubungan antara pikiran-pikiran manusia dengan kenyataan, tabiat, realitas, dan kelayakan metode yang dipergunakan dalam mengantarkan pada pengetahuan yang benar.
Dari segi yang lain, filsafat sejarah berupaya menemukan komposisi setiap ilmu pengetahuan dan pengalaman umum manusia. Di sini perhatian lebih diarahkan pada kesimpulan dan bukannya pada penelitian tentang metode atau sarana-sarana yang digunakan seperti yang digunakan dalam metode analitis filsafat. Dalam kegiatan konstruktif, filosof sejarah bisa mencari pendapat yang paling komprehensif yang bisa menjelaskan tentang makna hidup dan tujuannya.
Tokoh filsafat sejarah paling terkenal adalah Hegel. Dia telah banyak menelorkan buku perihal filsafat sejarah. Dia melihat sejarah adalah sebuah peristiwa yang muncul karena sebab akibat. Dia menggunakan dialektikanya dalam meneliti kejian sejarah.
Filsafat sejarah merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian keilmuan filsafat secara umum. Bagian integral yang berpengaruh dalam memahami dan mengkaji sejarah dari sudut pandang filsafat. Memandang sejarag bukan hanya masa lampau namun juga menjadi unsure perubahan dari masa ke masa. Beberapa tokoh bermunculan dari ranah filsafat sejarah, dan Hegel termasuk di dalamnya. Dia merupakan salah satu filosof ternama yang dihasilkan Jerman sebagai sebuah tempat yang laik bagi lahirnya beberapa filosof terkenal dan berpengaruh. Disamping Kant, Hegel mempunyai konsistensi dalam berfikir dan kapabilits rasio yang mampu menterjemaghkan hidpu dalam bentuk rumus dialektikanya yang terkenal. Hegel seorang yang progresif dalam berfikir dan bertindak,meskipun tidak reaksioner dalam bersikap terhadap realitas.Filsafat Roh yang merupakan karakternya,yang dia akui merupakan hasil sintesa antara pemikiran Fichte dan Schelling dizaman pertumbuhan filsafat idealisme Jerman abad-19.Dia cenderung memaknainya sebagai Roh Mutlak atau Idealisme Mutlak.
Hegel seorang yang berkebangsaan Jerman,hidup dari keluarga yang mapan secara status sosial,serta pola pendidikan keluarga terutama ibunya yang mempengaruhi Hegel menjadi filsuf besar.Dia dilahirkan di Kota Stuttgart,Jerman pada 27 Agustus 1770. Dia sempat pula mengenyam pendidikan di Gymnasium Stuttgart,setelah kemudian melanjutkan di Universitas Tubingen.
Pemikiran Hegel yang senantiasa berdialektika terhadap realitas dan memandang adanya ’realitas mutlak’ atau ruh mutlak atau idealisme mutlak dalam kehidupan,sangat mempengaruhi dalam memandang sejarah secara global,ini terbukti saat dialektikanya mampu memasukkan pertentangan didalam sejarah sehingga dapat mengalahkan dalil-dalil yang bersifat statis. Hingga terbukti pembuktian-pembuktian ilmiah yang dihasilkan.Dari sanalah filsafat sejarah layak ditempatkan,sebagai bagian yang utuh dari dunia kefilsafatan. Hegel juga memandang bahwa sejarah merupakan suatu kondisi perubahan atas realitas yang terjadi,dia pula yang menyatakan sejarah menjadi sebuah hasil dari dialektika,menuju suatu kondisi yang sepenuhnya rasional.
Berlampau dari Hegel dengan pemikirannya, kita akan lebih spesifik membahas tentang filsafat sejarah. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa filsafat sejarah berusaha menggali kebenaran objektif dari sebuah kajian sejarah. Objektifitas dalam sejarah adalah hasil penalaran dan interprteasi dari sejarawan yang bersangkutan. Sejarah harus berdasarkan sumber yang terpercaya kredibilitasnya. Sejarah bukanlah dongeng yang seenaknya saja dirangkai tanpa metode dan konsep yang matang.
Selain objektifitas, kebenaran sejarah juga merupakan faktor yang cukup penting dalam melakukan kajian sejarah. kebenaran sejarah dapat diperoleh dari sumber-sumber, ataupun fakta-fakta sejarah yang terpercaya. Terpilihnya sumber-sumber terpercaya dapat diperoleh dari proses verifikasi dan kritik terhadap sumber-sumber yag telah terkumpul, baik itu secara intern maupun ekstern. Dengan verifikasi inilah proses pembenaran sumber akan benar-benar terproses secara baik dan benar.
Sebagai penutup, sejarah adalah sebuah penjelasan tentang peristiwa masa lampau yang bersifat kronologis. Terutama tentang pembahasan mengenai metode sejarah, penjelasan adalah pusat utama yang menjadi sorotan. Kuntowijoyo juga menambahi bahwa penjelsan sejarah adalah usaha membuat unit sejarah agar dimengerti secara cerdas dan jelas, intelligible . Hal ini berbeda dengan analisis, yang hanya menekankan pada proses analisis. Penjelasan sejarah mencoba membeberkan hal ihwal metode dan metodologi sejarah yang dipakai oleh sejarawan dalam meneliti kajian sejarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar